Inilah Kunci Keberhasilan Investor Pemula Memulai Investasi

Inilah Kunci Keberhasilan Investor Pemula Memulai Investasi - Investor pemula seringkali memilih produk investasi hanya berdasarkan “rekomendasi” dan bukan berdasarkan analisa sendiri. Mereka sering takut ketinggalan (FOMO) jika tidak mengikuti tren investasi saat ini. 

  Oleh karena itu, Prita Ghozie, CEO ZAP Finance, juga membagikan tips bagi para investor pemula untuk memulai investasi. Jelas, jangan membuat kesalahan ini! 

Baca juga: Cara mudah mengatasi memory penyimpanan handphone penuh karena Whatsapp 

 1. Saya tidak mengerti mengapa harus berinvestasi dan saya tidak tahu untuk berapa lama 

 Investasi biasanya diperlukan karena kenaikan harga atau inflasi. Itulah mengapa ada baiknya mencari produk investasi alternatif yang pengembaliannya secara konsisten dapat melebihi inflasi. Oleh karena itu, merupakan investasi yang baik jika dapat menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi dari inflasi tahun ini. 

  2. Mereka tidak memahami risiko investasi yang terkait dengan produk investasi yang mereka pilih 

 Masyarakat paling khawatir ketika investasi yang mereka miliki terkena fluktuasi harga jangka pendek karena mereka yakin nilai asetnya menurun. Faktanya, bahkan saham dengan fundamental yang baik terus berkinerja baik, meskipun kinerjanya buruk dalam jangka pendek. Masyarakat juga paling khawatir ketika risiko investasi mereka tetap pada modal investasi awal, seperti modal ventura. Mereka sering takut bahwa mereka tidak akan mendapatkan laba atas investasi mereka. 

 Oleh karena itu, profil risiko seorang investor yang tergolong konservatif hingga sedang tidak sesuai dengan ketakutan tersebut di atas. Sehingga terhindar dari risiko fluktuasi harga jangka pendek dan gagal bayar. 

Baca juga: Cara merubah Google Play menjadi pulsa dengan simpel 

  3. Jangan lewatkan uang untuk investasi 

 Sumber dana investasi pastilah penghasilan kita, seperti gaji bulanan, penghasilan tambahan atau keuntungan usaha. Sisihkan setidaknya 10% dari pendapatan bulanan Anda untuk investasi. Dan pastikan itu bukan dana biaya hidup.  

 Calon investor juga dapat memanfaatkan manajemen aset yang ada dengan menjual dan berinvestasi pada aset investasi yang lebih sesuai dengan tujuan dan profil risikonya. Misalnya, Anda mewarisi tanah. Daripada menganggur, Anda bisa menjual tanah dan hasilnya bisa diinvestasikan dalam obligasi yang akan memberi Anda penghasilan setiap bulan. 

 4. Tidak menetapkan target kapan dana investasi akan dibayarkan 

 Umumnya investor menggunakan hasil investasi selama 1-2 tahun ke depan (jangka pendek, 2-10 tahun ke depan (jangka menengah) atau lebih dari 10 tahun (jangka panjang) Memahami bahwa setiap investasi menawarkan potensi keuntungan dan risiko. Semakin panjang jangka waktu investasi, maka investor harus menginvestasikan dananya pada aset investasi yang berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Untuk ini, investor pemula mulai berinvestasi di reksa dana. Apa itu reksa dana? 

Baca juga: 5 Tips Ampuh Atasi Sinyal Lemah di Handphone 

  Reksa dana merupakan wadah penghimpunan dana dari masyarakat untuk diinvestasikan pada portofolio manajer investasi. Uang yang terkumpul dapat digunakan untuk membeli berbagai aset seperti saham, deposito, pasar uang atau obligasi. 

 Jadi ketika kita membeli reksa dana, sebenarnya kita membeli portofolio investasi. Oleh karena itu, reksa dana terdiri dari: 

 • Reksa dana pasar uang 

 • Dana investasi bunga 

 • Dana investasi campuran 

 • Reksa dana saham 

 


 Produk investasi terpilih juga dikelola oleh manajer investasi yang disetujui dan berada di bawah pengawasan Otoritas Pengawas Keuangan (OJK). Produk dana sekarang dapat dibeli melalui berbagai saluran distribusi. Potensi manfaat dan risikonya juga beragam. Namun, Anda dapat mulai berinvestasi hanya dengan puluhan ribu dolar. Berikut adalah 4 hal penting yang harus Anda ketahui sebelum berinvestasi di reksa dana: 

Baca juga: Inilah 5 penyebab kenapa tidak bisa download aplikasi di Playstore 

 1. Pertama, biasakan diri Anda dengan tujuan investasi Anda 

 Jika tujuan Anda adalah berinvestasi dalam 2 tahun ke depan, pilih reksa dana pasar uang. Sedangkan, pilih reksa dana pendapatan tetap untuk 5 tahun ke depan. Kemudian, jika tujuan keuangan Anda minimal 5 tahun, pilih reksa dana atau bahkan reksa dana saham. 

  2. Strategi investasi

 Produk reksa dana tergolong likuid atau mudah dilikuidasi. Namun, mungkin perlu beberapa hari agar dana masuk ke rekening kami. 

 Cara mudah untuk membeli reksa dana adalah dengan membeli secara rutin atau bulanan dengan debit langsung. Yang terpenting, kita harus disiplin dan konsisten. 

  3. Pengelola dana investasi atau manajer investasi 

 Kemudian Anda juga perlu mengetahui siapa fund manager atau manajer investasi Anda. Pilih mereka yang memiliki reputasi baik, secara konsisten mengungguli rata-rata pasar dan memiliki rekam jejak yang terbukti mampu melewati ayunan pasar modal. Kemudian pilih biaya jual beli yang paling murah. Oleh karena itu, pahami produk yang Anda beli dengan brosur prospektus investor. 

Baca juga: Cara download status WhatsApp tanpa tambahan aplikasi

  4. Akses mudah dan manajemen pembelian 

 Gunakan teknologi untuk menemukan yang memiliki akses termudah dan pengelolaan pembelian yang mudah. Ini karena kita perlu memantau investasi kita secara teratur untuk melihat bagaimana perkembangannya.




Posting Komentar untuk "Inilah Kunci Keberhasilan Investor Pemula Memulai Investasi "